Skip to content

Wikithon Partisipasi Publik #4

"Langkah kreatif apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk membangkitkan pariwisata Bali saat ini dan nanti?"

21 Desember 2021 — 13 Januari 2022

Pariwisata Bali Matangi

Kamu punya ide?

Yuk unggah karyamu!Klik di sini untuk masuk ke laman Wikithon, dan klik [Buat Entri Untuk Wikithon] . Pastikan sudah log-in terlebih dahulu. Klik di sini jika perlu bantuan membuat akun/log-in.

  1. Tambahkan foto sebagai sampul. Perlu bantuan cara mengunggah foto? Klik di sini.
  2. Tambahkan tulisanmu pada kolom deskripsi. Maksimal 300 kata.  Menggunakan bahasa Bali (boleh bahasa Bali sehari-hari).
  3. Masukkan nama lengkap dan akun media sosialmu di kolom Media Sosial. Contoh: I Made Agus_@madeagus123(IG)
  4. Masukkan nama sekolah, organisasi atau daerahmu di kolom Lokasi.
  5. Jangan lupa simpan halaman dan klik kotak merah [Berpartisipasi dalam Wikithon]!
  6. Pemenang akan diumumkan melalui media sosial BASAbali Wiki.

Total hadiah jutaan rupiah, piala, dan sertifikat menantimu!


HADIAH

Selengkapnya klik di sini

a. Kategori Pelajar, Mahasiswa & Umum

  • Juara 1 : Rp 1.700.000
  • Juara 2 : Rp 1.300.000
  • Juara 3 : Rp 1.000.000

b. Kategori Sekolah – Organisasi – Hotel Terbaik:  

Rp.1.500.000 + Piala 

c. Kategori Juara Favorit 

Rp. 1.300.000

d. Kategori Komentar Terbaik 

Rp. 500.000

e. Kategori Ekspatriat 

1 buku Luh Ayu Manik Mas, T-shirt, publikasi di Media Bali dan basabaliwiki.org 

Terima kasih kepada Fondation Botnar dan partner media kami atas dukungannya dalam penyelenggaraan Wikithon #4

Dewan Juri

Selamat Kepada Para Pemenang!

Juara 1

Putu Arista Darma Yasa

Juara 2

Mahasaba

Juara 3

Pribadi

Pilihan Publik

BALI kemBALI BANGKIT

8 Comments

  1. “Langkah kreatif apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk membangkitkan pariwisata Bali saat ini dan nanti?”
    Menggunakan bahasa Bali.

    Om, Swastiastu.
    Maaf, saya bukan orang Bali dan tidak tinggal di Bali. Hanya saja sejak usia 10 tahun saya cukup sering ke Bali. Usia saya sekarang 73 tahun, mantan dosen, peneliti, penulis, dan instruktur reka cipta.
    Jika Bali ingin berjaya, makin berjaya, dan terus berjaya, bukan tidak mungkin, meski awalnya sulit dan harus telaten bertindak sambil menganalisis masalah untuk segera membuat solusi yang bijak, efektif, dan efisien.
    Tidak terlalu sulit mewujudkan Bali sebagai pulau Dewata kembali, asalkan semua warga di Bali, termasuk semua pendatang, mau menerapkan ajaran TRI HITA KARANA. Para pemimpin bukan ahli perintah, tetapi ahli membimbing dan mengayomi. Warga, terutama para pendatang, mau tulus dan jujur (seperti puluhan tahun yang lalu). Jangan sampai beda politik dan keyakinan membuat rusak ajaran TRI HITA KARANA.
    Untuk kuliner, jaga kuliner tradisional, hanya saja dibuat dalam bentuk sajian yang mudah dibawa dan dimakan, sehat lezat, tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.
    Untuk pendidikan, utamakan ajaran TRI HITA KARANA, bukan keyakinan tertentu. Ajarkan logika dan reka cipta, sebelunya ajarkan bahasa Bali, Indonesia, Inggris, Tionghoa, dan bahasa asing lain yang bermanfaat untuk studi dan karir. Ajarkan matematika dan sains tanpa membuat murid enggan belajar. Ajarkan segala ilmu lewat mata dan telinga, dan cara-cara mengingat dan memakai hal-hal yang dipelajari secara mudah.
    Masa Pandemi bukan masa tanpa daya. Masih banyak hal yang dapat dilakukan asalkan mau dan tahu caranya. Apalagi jika bersedia melakukan secara saling dukung dan saling bantu.

    Jangan terlalu memuja uang turis asing maupun domestik, apalagi yang sombong, kurang peduli pada adat dan budaya Bali.
    Meski Bali adalah bagian dari Indonesia, Bali berhak untuk menseleksi para pendatang yang ingin bermukim dan berpenghasilan di Bali, terutama mereka yang tidak berperilaku atau bertujuan baik. Sebelum mereka melakukan tindak pidana atau mengacaukan ketenteraman hidup di Bali.

    Matur Suksma,
    Semoga Pandemi cepat berlalu, sehingga orang mudah ke pulau Bali lagi.

    • Terima kasih bapak Hendrik, pendapatnya sangat menginspirasi.

  2. Hal ini pun berdampak pada pendapatan negara di sektor pariwisata. Adanya pembatasan sosial berskala besar dan ditutupnya akses keluar-masuk Indonesia, menyebabkan penurunan pendapatan negara di sektor pariwisata sebesar Rp20,7 miliar!
    Parahnya, penurunan wisatawan mancanegara berdampak langsung pada okupansihotel-hotel di Indonesia. Bulan Januari-Februari, okupansimasih di angka 49,17% dan 49,22%. Namun di bulan Maret menjadi 32,24%, dan memburuk saat memasuki bulan April, yaitu sebesar 12,67%.
    Dampak pandemi COVID-19 pada sektor pariwisata Indonesia juga terlihat dari pengurangan jam kerja. Sekitar 12,91 juta orang di sektor pariwisata mengalami pengurangan jam kerja, dan 939 ribu orang di sektor pariwisata sementara tidak bekerja.
    Di sisi lain, pandemi COVID-19 juga berdampak langsung pada berbagai lapangan pekerjaan di sektor pariwisata. Menurut data BPS 2020, sekitar 409 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.
    Langkah “Menyelamatkan” Pariwisata Indonesia
    Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan pariwisata Indonesia. Ada tiga fase “penyelamatan” yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), yaitu Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Normalisasi.
    Fase Tanggap Darurat fokuskan pada kesehatan, seperti menginisiasi program perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat WFH, melakukan koordinasi krisis pariwisata dengan daerah pariwisata, serta melakukan persiapan pemulihan.

    • Terima kasih atas saran dan masukannya terhadap pariwisata di Bali. Semoga pendapat rekan-rekan sekalian dapat menjadi pertimbangan untuk pemulihan pariwisata di Bali pasca pandemi COVID-19

  3. om swastyatsu , baik trimaksai

    • Suksma nggih

  4. Becik pisan nike,niki patut di contoh

    • Suksma, Bli. Ngiring sarengin Wikithon sane jagi rauh nggih.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *